Teknik Penulisan Skenario Film

Teknik Penulisan Skenario Film

PENGERTIAN SKENARIO

Pengertian mengenai Screenplay atau Skenario menurut Syd Field dalam bukunya The Foundations of Screenwriting adalah :

”A screenplay is a story told with pictures, in dialogue and description, and placed within the context of dramatic structure. A screenplay is a noun – it is about a person, or persons, in a place or places, doing his or her or their thing. All screenplays execute this basic premise. The person is the character, and and doing his or her thing is the action. (1994:8).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa skenario itu adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik. Seorang penulis skenario dituntut untuk mampu menerjemahkan setiap kalimat dalam naskahnya menjadi sebuah gambaran imajinasi visual yang dibatasi oleh format pandang layar bioskop atau televisi. Adapun fungsi dari skenario adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.

TEKNIK PENULISAN SKENARIO :

1. Inti Cerita

Tahap awal dalam penulisan skenario adalah menetukan inti cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Dalam inti cerita ini kita sudah mempunyai gambaran singkat tentang plot, karakter utama, maupun setting dari cerita. Inti cerita ini bisa berasal dari ide/inspirasi yang kita temukan baik dalam imajinasi atau fenomena keseharian kita. Banyak juga penulis skenario yang mengadaptasi novel, cerpen, atau puisi untuk dikembangkan menjadi skenario.

Inti cerita dari film Romeo and Juliet, misalnya, adalah percintaan antara dua orang anak manusia yang berasal dari latar belakang keluarga yang berlawanan yang pada akhirnya melahirkan tragedi.

2. Sinopsis

Sinopsis adalah ringkasan cerita yang akan dikembangkan menjadi skenario. Pada umumnya Sinopsis ditulis semenarik mungkin dengan maksud menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai dua halaman. Sebagai contoh, kita dapat membaca sinopsis dari film-televisi Gadis Misterius berikut ini :

“Kisah roman-tragedi tentang seorang pelukis muda yang terobsesi pada gadis cantik yang pernah dilihatnya di tepi jurang. Obsesinya itu menjadi kenyataan ketika dia berkenalan dengan Lilis, resepsionis di sebuah kafé yang mempunyai wajah sangat mirip dengan wanita impiannya itu. Cerita kemudian berkembang setelah wanita yang dicintainya itu pun tiba-tiba menghilang dan dia dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan. Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai kemudian dia menemukan jawaban yang sesungguhnya.”

3. Karakter

Karakter atau tokoh adalah merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario sama halnya dalam cerpen maupun novel. Akan tetapi dalam skenario, karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran, jenis kelamin, usia, ciri-ciri fisik, sifat/prilakunya, pendidikan, kebiasaan, hubungan dengan karakter yang lain, dan sebagainya. Contoh perincian karakter adalah sebagai berikut :

Lilis, wanita berusia 25 tahun. Matanya teduh, murah senyum, rambutnya yang ikal panjang sampai ke punggung, dan tubuhnya ramping. Seorang wanita cantik yang selalu tampil sederhana, pekerja keras, dan baik hati. Dia juga tegar dalam menghadapi cobaan hidupnya. Meski dia selalu menghindar, namun diam-diam dia pun jatuh hati kepada Alam.

4. Plot

Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario. Bentuk plot secara sederhana adalah sebagai berikut :

Babak I :

Alam berkenalan dengan Lilis di sebuah kafe tempat Lilis bekerja, kemudian timbul rasa saling suka diantara mereka. Konflik mulai timbul ketika secara tidak sengaja Lilis bertemu dengan Pak Willy, Lilis kabur dan menghilang entah kemana. Alam terus mencarinya dan bingung karena dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan.

Babak II :

Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai akhirnya dia menemukan jawaban yang sesungguhnya, Lilis dan Pak Willy pernah menikah dan mempunyai seorang anak, namun Pak Willy tidak mau bertanggung jawab. Alam kemudian berhasil menemukan Lilis dan menyatakan keinginannya untuk menikahi Lilis, namun Lilis menampik. Alam pasrah. Pak Willy kemudian berambisi untuk memiliki Lilis dan anaknya kembali. Dia berusaha membujuk Lilis.

Babak III :

Lilis akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Alam, happy ending.

5. Outline

Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. Contoh outline adalah sebagai berikut :

1. Di Kawasan Puncak :

1.1. Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya,

1.2. Alam menghentikan kegiatan melukisnya begitu melihat seorang gadis berdiri di tepi jurang sambil memandang ke dasar jurang dan bersiap-siap melompat,

1.3.Alam yang melihat kejadian tersebut menjadi panik dan berteriak agar gadis itu tidak melompat,

1.4.Gadis itu tidak menanggapinya, dia tetap memandangi dasar jurang dengan tatapan kosong,

1.5.Alam berlari ke arah tepi jurang tempat gadis itu berada,

1.6.Alam tiba di tepi jurang dengan terengah-engah, namun dia tidak menemukan gadis itu lagi, dan seterusnya.

6. Scene

Scene atau scene headingscene heading umumnya terdiri dari nomor scene, INT/EXT, lokasi adegan, dan waktu adegan. INT atau singkatan dari interiorexterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan. Adapun bentuk scene heading adalah sebagai berikut :merupakan informasi tentang adegan. digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan, sedangkan EXT atau singkatan dari

1. EXT. KAWASAN PUNCAK – PAGI

1. Action

Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap sceneOutline yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk Scene 1 dapat ditulis sebagai berikut : atau adegan yang merupakan penjabaran dari

1. EXT. KAWASAN PUNCAK – PAGI

Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya.

2. Dialog dan Parenthetical

Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya emosi, sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dan sebagainya. Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah Voice Over (V.O), sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah Off Screen (O.S). Contoh dialog dan parenthetical adalah sebagai berikut :

8. INT. VILA PUNCAK – PAGI

Alam menghampiri dan melihat sebuah lukisan wanita yang terpampang di dinding ruang tamu. Dipandanginya lukisan itu lama-lama. Bersamaan dengan adegan tersebut, terdengar suara Alam.

ALAM

(V.O)

Aku tidak tahu pasti, apakah yang dia kagumi lukisanku atau wanita yang ada di dalam lukisan ini? Aku merasa tidak perlu tahu. Kalaupun dia mengagumi wanita yang ada di dalam lukisan ini adalah hal yang wajar karena akupun sangat mengaguminya, bahkan aku pernah melihatnya walau hanya sekejap.

ISTILAH-ISTILAH TEKNIS PENULISAN SKENARIO

Dalam penulisan skenario terdapat banyak istilah-istilah teknis selain yang telah disebutkan sebelumnya, berikut ini adalah istilah-istilah teknis lainnya yang umum digunakan, antara lain adalah :

CAMERA FOLLOW, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengikuti pergerakan obyek

CAMERA PAN TO, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengalihkan kamera kepada obyek yang dituju dari obyek sebelumnya

CLOSE UP, petunjuk pengambilan gambar secara close-up

CUT TO, mengakhiri adegan secara langsung tanpa proses transisi

CUT TO FLASH BACK, petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back

FADE IN, petunjuk transisi memasuki adegan secara perlahan

FADE OUT, petunjuk transisi mengakhiri adegan secara perlahan dari layar

FLASH BACK CUT TO, petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back

INSERT, sama dengan CAMERA PAN TO

INTERCUT, petunjuk potongan adegan dalam satu adegan/scene

ZOOM IN, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari jauh sampai dekat atau close-up

ZOOM OUT, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari dekat sampai jauh

-berbagai sumber-radityariefananda.

READ MORE - Teknik Penulisan Skenario Film

Inilah Karya Jurnalistik Terbaik

Inilah Karya Jurnalistik Terbaik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ajang penghargaan karya jurnalistik Mochtar Lubis Award sudah berakhir, Kamis (22/7/2010) malam. Ajang ini menghasilkan karya-karya terbaik di bidang jurnalistik di Tanah Air, mulai dari laporan terkait kasus Koja, lumpur Lapindo, hingga tentang limbah rumah sakit.

Penghargaan paling bergengsi, yakni karya investigasi terbaik, akhirnya dimenangi Majalah Tempo dengan laporannya tentang sel tahanan mewah milik Arthalyta Suryani. Laporan investigasi tersebut bertajuk Pondok Bambu Rasa Istana yang terbit pada 11 Januari 2010.

Alasan laporan tersebut terpilih? "Investigasi ini sangat gigih dilakukan, baik terbuka maupun tertutup melalui penyamaran. Masih banyak wartawan indonesia yang belum bernyali besar melakukan investigasi seperti ini," ujar perwakilan dewan juri, Sahala Tua Saragih.

Berikut adalah para pemenang karya jurnalistik terbaik dalam setiap kategori:

I. Kategori Pelayanan Publik: 1. Jebol Fulus di Jalur Busway (Muchamad Nafi/Majalah Tempo) 2. Rupiah Dikejar Limbah Terlupakan (Hamdani SE/Tabloid Modus Aceh)

II. Kategori Features 1. Doa Sepotong Kaos Bola (Mohammad Iqbal/Batam Pos) 2. Jalan Menuju Bintang (Yunas Santhani Azis/The National Geographic Indonesia)

III. Kategori Foto Jurnalistik: 1. Priok Berdarah (Septiawan/Sinar Harapan) 2. Wisata Derita Sidoardjo (Hariyanto/Media Indonesia)

IV. Kategori Liputan Mendalam Televisi: Seafood Berperwarna dari Teluk Jakarta (Veronika Hervy Puspitasari/TPI)

V. Kategori Liputan Investigasi: Pondok Bambu Rasa Istana (Budi Riza/Majalah Tempo)

VI. Mochtar Lubis Fellowship: Para Pemburu Air: Kesalahan Pengelolaan Air Bersih di Kota Bandung dan Dampak Sosial yang Diakibatkannya (Zaky Yamani/Pikiran Rakyat)

READ MORE - Inilah Karya Jurnalistik Terbaik

Kenapa Harus Mematikan Televisi?

Koalisi Nasional Hari Tanpa TV mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk ikut dalam program Hari Tanpa TV 2010 dengan tidak menyalakan televisi selama sehari penuh pada 25 Juli 2010. Ajakan ini dilakukan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari tayangan-tayangan televisi yang tidak aman dan tidak sehat.

"Kondisi pertelevisian Indonesia banyak tayangan yang tidak aman. Banyak yang tidak sesuai dengan anak, bahkan untuk tayangan anak pun sering kali tidak sehat untuk anak," ucap B Guntarto, Ketua Steering Committee Koalisi Nasional Hari Tanpa TV, dalam konferensi pers di Universitas Al-Azhar, Jakarta, Selasa (20/7/2010).

Dikatakannya, anak mempunyai kesempatan menonton televisi yang tinggi (30-35 jam per minggu), rasa ingin tahunya besar, menyerap apa saja hampir tanpa saringan, peniru yang baik, daya kritis belum berkembang, dan umumnya tidak punya pola menonton televisi yang baik.

Berdasarkan data dari penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2010, anak menonton televisi rata-rata 3,5 jam per hari pada hari biasa dan 5 jam per hari pada hari libur.

Dijelaskannya, televisi sekarang ini mengabaikan aturan jam tayang terhadap anak dan banyak melanggar ketentuan klasifikasi acara televisi yang sering kali didominasi dengan materi dewasa yang tidak cocok dengan anak. Ambil contoh, Spongebob dan Naruto.

Berdasarkan data dari AGB Nielsen (Juli, 2010) menyebutkan bahwa Spongebob Squarepants dan Naruto masuk dalam Top 20 Children Program dari bulan Januari-Mei 2010.

Padahal, seperti yang dikutip Kidia (#01, 2008), Naruto masuk ke dalam tayangan "Bahaya". Alasannya karena Naruto menampilkan bentuk-bentuk kekerasan fisik, seperti berkelahi, menusuk, dan menodongkan senjata. Selain itu, Naruto juga berisi hal-hal mistis seperti menghilang dan muncul dengan tiba-tiba untuk menyerang musuh dari belakang.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh orang tua Indonesia untuk mematikan televisi sehari penuh pada hari Minggu besok untuk tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat," tegasnya.SOurce:JAKARTA, KOMPAS.com

READ MORE - Kenapa Harus Mematikan Televisi?

KUANSING TV WAWANCARA LYLA GRUP MUSIK NASIONAL DI KOTA TELUK KUANTAN

KUANSING TV WAWANCARA LYLA DI KOTA TELUK KUANTAN

KUANSING TV WAWANCARA LYLA DI KOTA TELUK KUANTAN 2

KUANSING TV WAWANCARA LYLA DI KOTA TELUK KUANTAN 4

KUANSING TV WAWANCARA LYLA DI KOTA TELUK KUANTAN 3

KUANSING TV WAWANCARA LYLA DI KOTA TELUK KUANTAN 5

Dokumentasi

Ronaldo Rozalino S.Sn

Ronaldo Rozalino S.Sn (Produser dan Sutradara Kuansing TV), Sri Wahyuni Munir (Presenter Kuansing TV), Riko (Campers Kuansing TV), Nanik (Kru Kuansing TV) Sabtu 17 Juli 2010, prosesi Wawancara dengan Grup Band Nasional Lyla di Wisma Hasanah Kota Teluk Kuantan.

(Hitung Mundur) 5 4 3 2 1 “Stand By”, “Camera Running” Sutradara (FD) berkata, lalu dijawab Campers (Camera Person) “Action”, Lalu rekaman berjalan dibuka (opening) presenter dari Kuansing TV, lalu wawancara dengan LYLA berjalan dengan baik. Itulah tahapan yang dilaksanakan dari Kuansing TV.

Sabtu, 17 Juni 2010, Kuansing TV berkesempatan mewawancarai LYLA grup band Nasional yang akan konser di Kota Teluk Kuantan. Saya (Ronaldo Rozalino S.Sn, selaku produser dan sutradara Kuansing TV) bersiap diri dengan prosesi yang dilaksanakan.

Dimulai dengan Opening (Pembukaan) dari Presenter Kuansing TV; Neri dan Kameramen; Riko. Yang saya Komandoi (Pimpin) dalam wawancara dengan Grup Musik LYLA.

Untuk isian wawancara Kuansing TV dengan LYLA tunggu saja On Air nya di Kuansing TV. Jangan Anda Lewatkan…Seru loooh

Personil LYLA selain keren-keren juga sangat welcome (bersahabat) dengan Pihak Kuansing TV. Sebelumnya Kuansing TV mengucapkan terimakasih kepada Pak Surya (Surya Production) yang telah memberikan peluang Kuansing TV dalam proses wawancaranya. Semoga Amal dan Kebaikan kita semuanya dibalas dan ridhoi ALLAH SWT.Amin

Berikut Profil Singkat LYLA

Lyla adalah band asal Indonesia yang berdomisli di Jakarta. Lyla dibentuk pada tahun 2008, dengan anggotanya yaitu Naga (vokal), Fare (gitar), Dharma (keyboard), Dennis (bass), dan Ame (drum).

Awalnya lima personil ini berasal dari grup musik Mahameru , dan nama Lyla sendiri diambil dari salah satu judul lagu Oasis. Album pertama mereka bertitle Yang Tak Terlupakan dirilis pada tahun 2008 dibawah naungan label Alfa Records, dengan menyajikan lagu-lagu yang lebih cenderung bergenre musik rock.

Beberapa lagu dalam album ini diantaranya Takkan Ada , Bernafas Tanpamu , dan lagunya yang berjudul Mantan Kekasihku.

Sukses selalu Musik Indonesia !!!

READ MORE - KUANSING TV WAWANCARA LYLA GRUP MUSIK NASIONAL DI KOTA TELUK KUANTAN

Gaji Penulis Sinetron 45juta / bulan

Banyak order, penulis sinetron mendapat honor hingga Rp45 juta per bulan, mereka pun menyewa apartemen mewah sebagai tempat menulis. Gaji wah dengan mutu sinetron yang kita semua sudah te-es-te, tahu sama tahu, sekelas dialog “Gue tahu odol Lo apa. Gue tahu pasta gigi Lo apa.� Bah!
Berikut ini artikel berjudul Dunia penulis sinetron yang gemerlap yang dikutip Blog Berita dari Koran Tempo terbitan tahun 2005.
Sebagai pemirsa setia sinetron Cinta SMU tayangan Indosiar, saya merasa kecewa atas jalan cerita khusus episode yang tayang pada 7 Oktober 2004. Saya merasa resah karena ceritanya nggak mendidik dan menyesatkan. Apa bisa manusia minta tolong kepada arwah gentayangan? Sementara itu, arwah tersebut bisa balas dendam kepada manusia yang masih hidup. Bahkan, bisa mencabut nyawa manusia. Apa tayangan tersebut layak ditonton jutaan pemirsa TV?
Surat protes dari Sri Mulyani, warga Desa Keling Rt 3/Rw 5, Jepara, Jawa Tengah itu dimuat di harian Suara Merdeka, Semarang. Inilah satu dari sekian respon pemirsa televisi terhadap produk industri sinetron belakangan ini. Sebagian dari pemirsa memang terang-terangan membenci sinetron seperti Cinta SMU. Sebagian lainnya bersikap benci tapi rindu. Sebagian lainnya jelas-jelas memuji sinetron yang popularitasnya menanjak gara-gara Faisal, pemeran utamanya, bolak-balik ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lantaran kasus pemerkosaan.
Di milis portal cbn.com misalnya, remaja dengan nick name AT0nG memuji sinetron ini dengan kata-kata, �Sinetron yang bagus, Sephia dan Cinta SMU. Pokok nya yang abege-lah.� Dan, posting AT0nG ini memperoleh dukungan dari remaja dengan nick name N3KaD Junior dengan kata-kata, �Sinetron abege emang lebih enak!�
Di tengah beragamnya kritik itulah, Derry, salah satu co-writer Mia Amalia, penulis skenario Cinta SMU, menikmati harinya dengan berenang di kolam renang mewah di Apartemen Mitra Oasis, Jakarta Pusat. Derry bukan tidak peduli dengan serentetan kritik terhadap sinetron yang diangkat dari hasil tulisannya. Namun, aktivitas itu ia lakukan untuk mengisi kejenuhan di sela-sela waktu menulis kelanjutan sinetron yang kini sudah mencapai lebih dari 150 episode itu.
Bagi Derry, memanfaatkan waktu luang dengan berenang, nonton film, atau membaca merupakan sesuatu yang mewah. Soalnya, ketika waktu menulis kelanjutan kisah Cinta SMU tiba, dia harus mengerjakannya sesuai tenggat yang ditetapkan pihak Rapi Film, rumah produksi yang menggarap sinetron itu. �Satu episode saya selesaikan dalam sepuluh jam,� kata Derry. Dalam sepuluh jam itulah Derry membuat draft pertama skenario yang terdiri dari sekitar 30-40 scene .
Berbagai gagasan awal dari produser, Mia Amalia, serta setumpuk kritik dan saran dari pemirsa dijadikan Derry sebagai salah satu dasar untuk menulis. Ketika naskah usai ditulis, Derry masih berjaga-jaga, karena biasanya dia diminta merevisi draft itu. Revisi bisa dilakukan sekali, dua kali, atau bahkan bisa tujuh kali untuk setiap eposide. �Tiap kali revisi hanya saya kerjakan 3-4 jam,� kata Derry.
Seluruh aktivitas Derry memang lebih banyak dilakukan di apartemen mewah seluas sekitar 97 meter persegi itu, tiap hari. Apartemen ini sebenarnya dijual dengan harga sekitar Rp 675 juta, tapi sejumlah penghuni memilih untuk menyewa apartemen dengan dua kamar tidur, satu ruang kerja, dan satu ruang pembantu itu. Harga sewanya rata-rata Rp 5,5 juta per bulan. �Fasilitas apartemen ini lengkap. Penyewa tinggal menempatinya,� kata salah satu pemilik apartemen kepada Tempo.
Angka tersebut masih ditambah dengan biaya perawatan Rp 400 ribu dan listrik yang biasanya mencapai Rp 600 ribu. Jadi total uang yang dikeluarkan penyewa selama sebulan sekitar Rp 6,5 juta. Derry tidak perlu memikirkan biaya sewa sebesar itu. Soalnya, biaya tersebut menjadi tanggung jawab Mia Amalia yang merekrut Derry sebagai co-writer .
Ada alasan khusus mengapa Mia Amalia menyewakan apartemen. Di apartemen, kata dia, penulis bisa bekerja dengan tenang. Ketika mereka menemui kejenuhan, mereka bisa berenang, nonton, baca, atau sekadar jalan-jalan. �Penulis harus bekerja di tempat yang senyaman mungkin agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus,� kata ibu tiga anak ini.
Secara teori, kata Mia, penulis yang bergabung dengan dirinya harus siap bekerja selama 24 jam. Alasannya, jika sewaktu-waktu ada meeting dengan produser atau sutradara, penulis harus siap. Pada kenyataannya, kata Mia, masing-masing penulis hanya bekerja dua hari dalam seminggu. �Namun, mereka kebanyakan tetap saja memilih tinggal di apartemen,� kata wanita kelahiran 1974 ini.
Mia mengaku mengerjakan 16 episode tiap bulan yang terdiri dari empat judul serial sinetron. Masing-masing judul yang berbeda itu ditayangkan setiap minggu sekali. Dari honor ke-16 epiosode sinetron yang diterima dari rumah produksi itulah ia merekrut empat co-writer dengan 13 kali gaji bulanan dalam setahun.
Mia tidak menyebut gaji yang diterima para co-writer. Dia juga hanya tersenyum ketika ditanya honor yang diterima dari Rapi Film. Namun sebuah sumber Tempo menyebut, gaji para co-writer minimal Rp 4 juta sebulan. Total penghasilan Mia sendiri juga cukup menggiurkan. Menurut sumber Tempo, sebuah skenario sinetron dengan durasi 1 jam rata-rata dibeli oleh rumah produksi dengan harga berkisar Rp 3-7,5 juta. Jika dalam sebulan ada 16 episode, penghasilan yang diperoleh Mia dalam sebulan tak kurang dari Rp 45 juta.
Penghasilan yang menjanjikan itu memang logis diterima di tengah kebutuhan akan penulis skenario sinetron di Tanah Air. Maklum, setidaknya delapan stasiun televisi swasta membutuhkan tayangan sinetron baru tiap harinya. Jika tiap stasiun televisi swasta menayangkan tiga sinetron saja, setidaknya ada 24 sinetron tiap hari. Dalam sebulan tak kurang dari 600 episode yang harus disediakan oleh rumah-rumah produksi yang kini muncul bak jamur di musim hujan. Ini belum termasuk kebutuhan untuk TVRI dan beberapa stasiun baru di daerah. Tak heran jika penulis skenario sinetron seperti Mia kebanjiran pekerjaan sehingga harus merekrut co-writer seperti Derry.
Selain Mia, penulis lain yang mengenyam nikmatnya dunia sinetron adalah Beng Irawan. Sejak 1988 Beng dikontrak oleh rumah produksi Tripar Multivision Plus. Kini dia masih terikat kontrak untuk menulis 208 episode sineron yang sudah dijalaninya selama beberapa bulan. �Sekitar setahun kontrak itu biasanya habis,� kata Beng. Sebelum habis, biasanya Multivision sudah meminta kepastian Beng untuk melanjutkan kontrak atau tidak. Artinya, rata-rata 17 episode naskah yang harus diselesikan Beng setiap bulan. Dulu, pada 1998, honor yang diterima Beng tiap episode sinetron dengan durasi 1 jam hanya Rp 2 juta.
Beng tidak menyebut secara pasti berapa rupiah yang diterima untuk tiap episode. Namun, dengan angka rata-rata sekitar Rp 3-7,5 juta tiap episode, dalam sebulan tak kurang Rp 50 juta yang ia peroleh dari rumah produksi milik Raam Punjabi ini. �Mudah mudahan di kontrak mendatang bisa Rp 7,5 juta tiap episode,� katanya sembari tertawa.
Untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, Beng merekrut empat co-writer yang ia sebut sebagai rekanan. Mereka memang tidak diwajibkan tinggal di apartemen sebagai mana Derry, melainkan tinggal di daerah yang dekat dengan rumah Beng di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. �Kalau butuh untuk ketemu, kira-kira satu jam mereka sudah bisa sampai ke rumah saya,� kata penulis naskah sinetron Bidadari, Gengsi Gede-gedean, dan Panji Manusia Milenium itu.
Honor bagi para penulis tersebut cukup bervariasi sesuai dengan kemampuan mereka. �Mereka yang baru bisa menulis sinopsis akan memperoleh honor yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sudah piawai menulis skenario lengkap,� kata Beng. Pada umumnya masing-masing co-writer bisa memperoleh Rp 5-10 juta per bulan.
sumber artikel

READ MORE - Gaji Penulis Sinetron 45juta / bulan

5 Langkah Sederhana Cara Memulai Cerita

5 Langkah Sederhana Cara Memulai Cerita

Banyak orang yang berkata "mengarang cerita itu mudah". tapi kalau memulai sebuah cerita? agan2 pasti belum atau jarang denger orang bilang "memulai sebuah cerita itu mudah!". kenapa? karena emang mulai cerita itu tidak mudah.

1. Mulailah dengan Dialog

“Hanun, pergilah ke rawa di seberang Bukik Barisan. Biasanya di sana tumbuh aneka bunga. Petiklah setangkai dua tangkai untukku. Rasanya, penat ini terlerai bila memandang bunga-bunga,” pinta Kakek. Matanya mengedip-ngedip pelan, kulit lisutnya mengernyit dan lewat sorotan matanya, Kakek tidak lagi seriang dulu. (Bunga dari Peking, cerpen Zelfeni Wimra)

2. Mulailah dengan Deskripsi Tokoh

Lelaki tua itu masih berbau rusa dan kaus oblongnya yang lusuh masih menebar bau pembakaran yang tidak sempurna. Sangit.... (Kitab Salah Paham, cerpen Puthut EA)

3. Mulailah dengan Berita di Koran atau Televisi

Jumlah anak balita kurang gizi di Indonesia sekitar 23 juta. Dampak kurang gizi adalah terhambatnya pertumbuhan otak dan fisik. Begitu melewati usia dua tahun tanpa asupan gizi seimbang, kondisinya tak dapat diperbaiki lagi. Citra CT-scan akan memperlihatkan gambar otak yang tidak padat alias otak kosong.... Bersiaplah memanen generasi yang hilang. Tidak lama, cuma dua dasawarsa lagi. (Kompas, Selasa 11 Oktober 2005)

4. Mulailah dengan Adegan

Ia menulis puisi panjang di depan sebujur tubuh kaku istrinya. Tidak ada kata-kata; mati, kematian dan airmata di dalam puisi itu, yang adalah buah apel, meja makan, dan yang paling banyak adalah: usaha mati-matian. (Kematian Seorang Istri, cerpen Puthut EA)

Seminggu setelah perceraiannya, perempuan itu memasuki sebuah kafe, dan memesan Rembulan dalam Cappucino. Ia datang bersama senja, dan ia harus menunggu malam tiba untuk mendapatkan pesanannya. (Rembulan dalam Cappucino, cerpen Seno Gumira Ajidarma)

5. Mulailah dengan Seting Tempat

Dalam satu badai rasa jemu, ia terdampar di taman dan duduk di kursi sambil memakan jagung rebus begitu perlahan, sebutir demi sebutir, seolah di butir terakhir ia akan bertemu kematian.... (Cinta Tak Ada Mati, cerpen Eka Kurniawan)

Dari jauh sudah terlihat pohon itu berdiri tegak di tengah padang. Setelah berhari-hari menempuh daerah yang kering kerontang dan terpanggang matahari, pemandangan yang rimbun seperti itulah yang sekarang kubutuhkan.... (Sebatang Pohon di Tengah Padang, cerpen Seno Gumira Ajidarma). Mari kita biasakan menulis dan membaca. karena buku adalah jendela ilmu. dan apabila tidak ada penulis, hidup bakal kaya rumah tanpa jendela. buat aganwati mungkin akan mulai suka menulis dari diary, tulislah kata perkata di diary itu. buat agan agan mungkin suka komik, tulislah cerita komik tersebut. jadikan indonesia negri yang kaya akan orang orang yang senang menulis dan membaca.Source:www.lihatberita.com

READ MORE - 5 Langkah Sederhana Cara Memulai Cerita